dua pasang yang tak berpasangan, kita

DSCN1390-1-1

saya terlambat menyadari, ternyata tetap saja ada jeda diantara kita meskipun kita sedang berhadapan..


Sebuah kisah cinta yang lagi-lagi gagal

akhirnya saya bertemu dengan dia lagi, setelah beberapa lama kami tidak bertemu.

iya, dia yang meminta saya dengan sangat sopannya supaya saya berhenti mencintai dia.

iya, dia yang mematahkan hati saya saat saya sedang cinta-cintanya.

saya tahu patah hati pasti rasanya setengah mati.

ini juga bukan pertama kalinya saya patah hati.

saya sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari ketika pertama kali dia membuat saya jatuh cinta.

tapi ternyata saya masih saja terkaget-kaget saat dia membuat hati saya patah.

dan pertemuan terakhir kami itu benar-benar membuat saya semakin sakit.

bukan, bukan karena saya belum rela menerima kenyataan ternyata dia tidak mencintai saya.

karena kami sebelumnya bersahabat dekat. dan cinta itu datang tiba-tiba dengan sendirinya. mungkin karena saya terjebak dalam zona nyaman berdekatan dengan dia.

dan pada pertemuan kami itu, saya merasa kehilangan dua kali.

yang pertama, saya merasa kehilangan sahabat saya, dan yang kedua saya merasa kehilangan orang yang sangat saya cintai.

dan kehilangan dua kali membuat saya merasakan sensasi mati.

saya masih mencintai lelaki itu,

tapi akal sehat saya masih berfungsi.

saya sedang membuka hati untuk seorang lelaki yang akhir-akhir kemarin sangat memperhatikan saya.

tapi sepertinya sama saja (?)

entahlah…


bagaimana?

entah bagaimana caranya supaya aku bisa mengikhlaskan kamu

beberapa kenangan selalu datang tiba-tiba tanpa bisa aku kendalikan

mungkin kamu sedang bahagia bersama seseorang saat ini, bukan berarti kebahagiaanmu bisa membuatku bahagia

aku masih saja merindukan saat-saat bersama kamu..

aku merindukan saat hujan-hujanan bersamamu, saat kita berada di sebuah kapal kecil di tengah lautan

aku merindukan caramu melepas kacamata 3D kamu, ketika kita menonton bioskop berdua

aku merindukan aroma deodoran dan parfummu

aku merindukan caramu menggenggam tanganku

aku merindukan memelukmu

aku merindukan melihat wajah bangun tidurmu, yang terkejut saat aku bangunkan

aku merindukan semua tentang kamu tanpa bisa kutuliskan satu per satu.

beberapa kenangan baik bersama kamu memang susah dilupakan, harus kuakui itu..


Percakapan Kami

“Selamat ulang tahun ya kamu”

“Makasih mas..”

“Kamu mau kado apa? Aku gak punya apa-apa”

“Hati kamu aja, piye?”

“……..”

Adegan selanjutnya kami tertawa pelan, takut mengganggu penonton bioskop lainnya. Kusandarkan kepalaku di bahunya, kupeluk erat lengannya, kusembunyikan tanganku di balik jaketnya, hangat! Senyumku berlipat-lipat..

***

Aku (dalam hati) : “kamu disini, berjarak senadi denganku, bisa kupeluk dan kuciumi sepuasku, bisa kusandarkan kepalaku di bahumu, bisa kurasakan nafasmu dan detak jantungmu, tanpa ada orang lain yang menghalangi, itu sudah jadi kado yang terindah”



Kepada: kamu, kado terindahku.

Image

10June2012


Abstraksi Rindu

Secangkir coklat hangat, dan dua potong donat.
Lalu kita mengejar waktu yang berlari begitu cepat.
Bus yang akan membawaku meninggalkan dirimu berangkat pukul tujuh kurang seperempat.
Setiap jalan yang kita lalui, mengingatkan bahwa setelah kita berpisah nanti, rindu akan begitu jahat.
Kau genggam tanganku erat, aku merapatkan diriku yang sedikit menggigil pada badanmu yang hangat.

***

Malam ini aku mengingatmu
Masih seperti dulu..
Meskipun waktu berlalu.
Aku masih mencintaimu, tanpa akhir seperti janjiku dulu.

***

Ah, Kamu..
Aku merindukanmu dengan sangat.
Kapan terakhir kita bertemu pun aku sudah tak ingat.
Ah, pertengkaran terakhir kita!
Semua tiba-tiba menjadi rusak; kita, hatiku, dan (mungkin) kamu?

***

Kemudian aku menjadi begitu naif.
Mencari cinta kesana – kemari, yang akhirnya tetap berujung kepadamu lagi.
Kemudian mencari pembenaran dari kesalahan mempertahankan hati untukmu.
Menurutku hati ini sudah benar memilih kamu sebagai penghuninya.
Meskipun orang-orang menganggap salah, aku tutup mata dan telinga.
Mereka tau apa?

***

Sampai saat ini, tak pernah ada yang pudar.
Hati ini selalu terjaga untukmu.
Masih setia, dengan kenanganmu.
Masih berlangganan, merindukan dirimu.

***

Semarang, 29 Mei 2012

~ di kamar dan sedang merindukan kamu yang dulu.


Aku tak ingat benar, jalan-jalan yang kita lalui

Aku tak ingat benar, jalan-jalan yang kita lalui.

Saat itu, aku sedang tersesat, berada di sebuah kota asing.

Aku ikut kemana kau bawa pergi ragaku.

Di sepanjang jalan, matahari tersenyum malu-malu.
Menatapku yang takut tapi mau, hampir memelukmu.

Aku tak ingat benar, jalan-jalan yang kita lalui.

Yang aku ingat saat itu, aku belum puas menikmati saat-saat berdua denganmu.

Kurasa bumi berputar sepuluh kali lebih cepat. Hingga saat bersamamu terasa begitu singkat.

Dan aku harus kembali mulai belajar merindukanmu (lagi).

Aku tak ingat benar, jalan-jalan yang kita lalui.

Yang aku ingat bersama dirimu, aku tenang.

Aku tak perlu takut hilang di tengah keramaian.

Bersamamu, aku menemukan pegangan. Bagi jiwaku yang sedikit terguncang.

Aku tak ingat benar, jalan-jalan yang kita lalui.

Yang aku ingat, genggaman tanganmu menghangatkan jemariku dan hatiku yang telah beku.

Setiap sentuhanmu, membuat debar-debar menyusupi nadiku.

Kecupmu membuat jantungku berkerja lebih berat sepuluh kali.

Aku tak ingat benar, jalan-jalan yang kita lalui.

Seingatku, saat ini aku sedang sangat merindukanmu..

~gege™


Entah, ini apa namanya

Aku tak pernah tahu, dan tak pernah sengaja.

Entah, ini apa namanya?

***

Yang aku tahu, aku nyaman menatap matamu, menatap senyumanmu

Yang aku tahu, aku merasakan dadaku berdegup sepuluh kali lebih kencang saat kau menggenggam jemariku yang membeku

Yang aku tahu, badanku bergetar hebat saat tak sengaja bibirmu menyentuh pipiku, meskipun kamu tak akan pernah tahu

Yang aku tahu, aku sungguh ingin memelukmu erat, dan tak mau kulepaskan, tapi aku masih takut

Yang aku tahu, aku suka saat akhirnya bisa merasakan debar dadamu ketika kita saling berdekatan

Yang aku tahu, waktu begitu cepat berputar saat bersamamu, dan jarak jalanan yang begitu jauh menjadi sangat dekat

Yang aku tahu, ada yang hilang saat kamu tak ada di sampingku

Yang aku tahu, aku sungguh merindukanmu, malam ini dan malam-malam setelah ini

Yang aku tahu, aku tak pedulikan apapun, meski akan ada sakit di depan mataku, menungguku

Yang aku tahu, aku tak paham apa yang ada dalam hati dan pikiranmu, tak ada aku disana

***

Entah, ini apa namanya?

Tolong beri tahu aku..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.