Strory from a Lesbian #Lines

Berawal dari aku menegurnya karena salah satu kancing dia mau lepas. Akhirnya kita berkenalan, dia sama cantiknya denganku. Matanya tajam. Menghunus ke jantung. Ada yg lain dr nya. Aku takut menatapnya. Sensasi aneh merayapi sekujur rasaku. Ah, hatiku mati kutu. Setelah hari itu, kami kerap bertemu. Ia pencerita, bibirnya tak pernah habis kata. Hanya 1 cerita yg tak kusuka. Cerita dmn dia dijodohkan kedua orang tuanya dgn lelaki itu. Aku patah mendengarnya. Aku merasa salah, karna aku tak seperti apa yg ia pikir. Ia pikir mencintai laki-laki itu bisa membuatnya bahagia. Tak seperti itu. Cara kami lebih membahagiakan. Ia salah. #Lines1

“tak takutkah lelaki itu menyakitimu ? mereka pendusta !” Ujarku sedikit memaksa.. Ada perih berkecamuk dalam dada setiap dia membanggakan lelakinya. Aku CEMBURU ! “Bunga, mengapa hatimu kau penuhi rasa benci?” Tnynya. Aku menahan airmataku spy tak jatuh. Suara Jeanette begitu dalam, menyelami hatiku “Jean,firasatku tll kuat! Jgn nikahi dia. Ada sst dimatanya yg ak tak suka!” Aku gelagapan menjelaskan. Entah apa yg kulakukan ini. “Entahlah Bunga, kamu tau sendiri ini bukan kemauanku. Bukankah kamu tau sifat orangtuaku ? Tapi….aku ada ide!” kata Jeanette “Ide? Ide apa Jean?” Bunga penasaran. “Iya aku akan nikahi lelaki itu hny untk menyenangkan ortuku”. Lalu mereka saling berangkulan. Aku janji tidak akan meninggalkanmu, kata Jean. Percayalah, pernikahan ini cuma sebentar saja, lanjutnya. Esoknya..Pesta pernikahan Jean dan lelaki itu digelar. Dari kejauhan, Bunga tak kuasa membendung air matanya. Dia tak rela. Wanita terindahnya bersanding disamping laki-laki jahat itu. Dadanya bergetar menahan amarah! “Aku sendiri yang akan menyingkirkan mu! Dan Jean menjadi milikku selamanya!” Kata bunga pada lelaki itu dalam hati. Kutatap Jean, ia begitu cantik hari ini. Gaun broken white panjang tanpa lengan membuatnya serupa malaikat. Bram harus tahu Jean tdk pernah benar-benar menginginkannya. Ia menginginganku, selalu. Kumantapkan niatku. Aku mulai melangkah ke arah Jean dan Bram. Terlihat Jean mulai gusar, Bram kebingungan. “Berhentilah menyakitinya. Jean akan lebih bahagia bersamaku,” ujar Bunga. Sembari menggenggam lembut jemari Jean. #Lines2

Bram tersentak “Ini siapa Jean ??” Tanya bram pada Jean. Jean cemas, jantungnya berdetak lebih kencang. “Ummpp, iniiii.. Iniii.. Tmnku syg” Jelas Jean pd Bram. Bram menarik tangan Jean dr genggaman ku. Aku tak mau melepasnya.. Bram geram melihat tingkah ku. “Lepas!” Sentak Bram pada ku kala itu. Akhirnya dengan lemas aku melepas genggamannya. Lalu melihat punggung Bram dan Jean menjauh. “Ada yang kamu sembunyiin dari aku ya?!” Selidik Bram padaku. “Sungguh tidak sayang! Bunga itu sahabatku, percayalah..” Lirih Jean menahan tangis. Mataku tergenang. Bram menarik nafas panjang, berusaha mengendalikan emosinya yg meluncur hebat bak kertus lari dr senapan. “Tapi aku benar2 tidak nyaman dengan skpnya,” suara Bram melembut. “Seperti ada..,” “Tak ada apa2,” segera kupotong kalimatnya. Upacara sakral itupun berakhir dengan perasaan campur aduk bagi Bram, Jean, dan Bunga. Bram dan Jean mulai menjalani hidup baru, tanpa Bunga. Mulanya hidup Bram bahagia, hingga belakangan ia merasakan sesuatu yg beda pada diri Jean. Jean gundah saat Bram minta dilayani. Persetubuhan yg tak berjiwa. Lenguhan2 kosong yg penuh kepura2an. Bram seperti species lain, memaksa kenikmatan pada dirinya.Jean membayangkan Bunga setiap melayani suaminya. Ia mengingat aroma dan kulit halus Bunga. Serta bibir mungil yg mengecup lembut. Ia slalu brharap di awal tidurnya, tentang siapa yg berada di sampingnya saat ia terbangun. ia ingin Bunga yg disana. Harapannya menguap setiap kali matahari mulai meraja. Hanya ada Bram dgn senyum manisnya. Ia dgn senyum getirnya. “Ah bukankah ini kepura2anku dlm kesementaraan ? Bukankah Bunga sudah cukup aku kasih penjelasan ? Knapa mesti cemas?” “Bram memang brengsek, tapi….semua gara-gara suami ibuku!”#Lines3

Pernikahan Jean dan Bram tak lepas dari campur tangan Ayah tiri Jean. Seorang milyuner pemilik perusahaan ternama. Sedangkan Ayah Bram adalah partner bisnisnya. Jean sebenarnya dari dulu tak suka pada suami ibunya. Jean tak pernah bersungguh-sungguh memanggilnya ‘Papa’. Ia hanya segan terhadap kepiawaian seorang Erdian dalam mengendalikan bisnis. Tapi ia tak lebih dari orang asing yang menjual masa depan anak tirinya kepada lelaki bukan pilihannya. Kejadian ini hanya menambah deretan rasa benci pada kaum laki-laki. Ia kecewa. Jean sendiri tak habis pikir pada Ibunya. Terlihat nyaman dijadikan ‘boneka kristal’ kesayangan wisesa di rumah oleh Erdian. Sekarang, hal serupa terulang pada dirinya dan Bram. Membuat seorang Jeanete semakin muak tak kepalang. Bukan hanya rencana S2 Jean saja yang jadi korban, tapi orang yg paling dikasihinya sekalipun, Bunga. Atas nama hormat pada ibunya, Jean merelakan diri menuruti mau Ayahnya. Ia tak mau disebut durhaka. Di tempat lain, Bunga makin kesepian jika Jean melanjutkan studinya. Akan sedikit waktu untuk Bunga, masa bodoh dengan Bram. Cinta egois. Sempat terbesit ide nakal Bunga, mencari wanita lain, cantik sih banyak, tapi pribadi yang menyenangkan seperti Jean, sepertinya sulit. “Ah tapi tidak!” Cegahku dalam hati. Aku harus setia menanti Jean. Perjuangan ku untuk dia terlampau besar. Jika aku menyerah.. Aku kehilangan Jean! Sudah seminggu Jean di Medan,aku kangen dia. Lalu ku raih handphone dan mencari nama kekasihku.. “Haloo sweety, i miss you so much!” Lirihku padanya. “Eh…bodoh baru saja aku mau telpon kamu” balas Jean menggebu. “Hahaha..bisa saja kamu! Gimana kabar Medan?” tanya Bunga. “baik, klo jakarta gmn?” Balas Jean. “Baik jg kok. Oia, minggu depan aku mau ke kotamu” lanjut Bunga. “What? Kamu mau ke Medan?” tanya Jean dengan perasaan bahagia. “Pokoknya sehari sebelum ke situ aku kabari lagi ya beib..” #lines4

Semenjak menerima telepon dari Bunga, Hari hari Jeannete diliputi kegembiraan. Sedikit memicu kecurigaan pada Bram. “Tumben sayang, kau tampak gembira, ada hawa apa yg merasukimu?” Selidiknya. “ah, tak apa sayang.. Bukan seharusnya kamu senang aku gembira ?” Jawab Jean asal. “hmm” Jawab Bram tetap curiga. Diam-diam Bram mengecek hp istrinya. Ia menemukan nama Bunga disana. Nalarnya beraksi, mengendus yg tak beres. Seperti anjing pelacak. Jean tak peduli tatapan sangar suaminya. Bayang2 Bunga memenuhi tiap rinai rindunya. Tak sabar ingin memadu kasih yg sebenarnya kpd Bunga. Ditemukannya pesan-pesan singkat dari Bunga. Panggilan sayang, kalimat2 mesra yg tak biasa mengalir apa adanya, antara Bunga & Jean. Bram merasa ganjil. 1message received: my flower. Degup jantung Bram makin tak karuan. Agak ragu ia buka pesan singkat pada ponsel Jean yang sedang digenggamnya.

…. Bersambung

Dari 7 orang ( @dikiumbara @me_gaa @socrateslover @njiegerardini @ndigun @nankinann @aizpangeran )

Web : http://tujuhrasa.wordpress.com/ cc : http://penakuberbicara.wordpress.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s