PENYESALANKU

Mentari bersinar terang, jiwaku tetap terasa sepi meski aku dikelilingi orang yang mecintaiku. Di Usia paruh baya sepertiku ini yang akan menginjak 40 tahun, harusnya tak lagi kupikirkan tentang CINTA.

Isteri, anak, rumah, mobil, segalanya aku punya. Anakku memang 5, tapi secara biologis aku hanya mempunyai 2 putera. Sisanya ? Dia anak dari Isteriku.

Malam ini aku teringat beberapa tahun lalu. Aku menyakiti seorang wanita yang kini menjadi mantan isteriku. Cinta lama yang bersemi kembali memporak-porandakan mahligai pernikahan kami. Padahal kami berjanji di depan Tuhan kami untuk sehidup semati.

Semua dimulai saat kami tiba-tiba bertemu dalam ketidak sengajaan. Ya, Aku dan mantan kekasihku. “May, lama kita tak  bertemu ya” sapaku di waktu senja kala itu | “Iya mas, semenjak kau meninggalkanku” Jawab Maya sedikit membuatku gusar. Memang, jalinan kasih kami terputus. Semua karena perbedaan status sosial dan agama kami. Aku hanya seorang anak pensiunan guru, keluarga kami multi religion dan menjadi seorang pekerja dengan gaji minim di sebuah perusahaan kecil. Sedangkan Maya, dia anak seorang diplomat, dan seorang Muslimah. Tentu saja keluarga dia tidak merestui hubungan asmara yang sedang kami jalani. Sedangkan waktu itu cinta kami masih menggebu. “Tentu saja May aku meninggalkanmu ! Orang tuamu tak setuju kita menikah !” Jawabku sedikiit kesal | “Oh ya ? Bukannya kamu mas, yang terlalu penakut untuk meneruskan hubungan kita ? Seharusnya kamu bisa meyakinkan Ayahku.. “ Jawab Maya ketus | “Bukannya tak mau berjuang May. Tapi memang kita berbeda.. Dan aku tak mau melukai hati orang tuamu. “ Jelasku pada Maya. “Ahh, sudahlah mas. Tak perlu membahasnya. Ngomong-ngomong, sekarang bagaimana keluarga mas Rendi ?” Tanya Maya sedikit reda amarahnya. | “Anakku satu May. Puji Tuhan, Istriku juga satu. Hehehe” Aku Mencoba mencairkan suasana “Kalau kamu May ?” Selidikku padanya. | “Anakku tiga mas, Tapi aku sekarang Janda. Hehehe” Jelas Maya. | “Ah, yang benar May ?” Tanyaku tak percaya. |”Beneran deh mas” Ucap Maya meyakinkanku, dengan sedikit senyum getir diwajahnya. Obrolan kami-pun berakhir dengan senda gurau. Mulanya tak ada niat apa-apa, hanya saja ada perasaan bahagia saat mengetahui dia sekarang menjadi “JANDA” dan satu lagi Maya terlihat sangat cantik.

Entah setan apa yang merasukiku. Kami terus bertemu, tanpa diketahui isteriku. Akhirnya mahligai pernikahan kami kandas. Menyisakan luka di hati Retha. Retha menjadi sangat membenciku dan melarangku bertemu buah hati semata wayang kami. “Jangan pernah kau menemui anakku pah !” Hardik Retha padaku. | “Tapi mah.. “ |”Tak ada tapi tapi-an. Kau harusnya berfikir sebelum melakukan ini semua !!” Dia membentakku.

Tiba-tiba anak Maya yang paling kecil Sisil membangunkanku dari lamunan. “Pah, mama manggil tuh !” Ucap Sisil sembari menggoyang-goyang lenganku. |”Sebentar..” Ucapku lirih. Aku menuju kamar untuk menemui isteri-ku yang sekarang. Ya, akhirnya kami menikah. Walaupun dengan penuh perjuangan Maya membantu dan membujukku lepas dari Retha. Butuh berbulan-bulan untuk mengurus perceraianku. Karena kami sudah berjanji hanya Tuhan yang bisa memisahkan kami. Tapi akhirnya perceraian kami disetujui majelis hakim. Sekarang aku berpindah keyakinan mengikuti Maya, dan keluarga Maya merestui kami. Karena tahu Maya dan Aku saling mencintai dari dahulu. Aku memasuki kamar kami. Rasanya sedikit hambar. Maya bukan lagi seseorang yang aku kenal dari jaman SMP dulu. Entah kenapa dia berubah aku tak tahu. Padahal dia juga yang gigih memperjuangkan statusku agar menjadi “DUDA”. Mungkin dia merasa aku bukan lelaki yang diimpikannya. Aku tahu dia memang mencintaiku, aku sangat yakin itu. Dan akupun mencintainya. Karena bisa dianggap dia cinta pertamaku. Perbedaan status sosial kami memang sangat terasa di rumah kita ini, lebih tepatnya rumah Maya. Aku hanya pekerja bergaji kecil, tak bisa menopang hidup-nya. Sedangkan dia seorang pengacara sekaligus pemilik Lawyer Office ternama di Ibukota ini. “Pah, aku mau besok kamu nganterin anak-anak, terus jemput aku, terus ambil pesanan makanan untuk Arisan keluarga ya !” Pinta Isteriku sedikit memaksa. |”Baiklah ma..” Aku pasrah. Aku merasa, sekarang seperti asissten, pembantu, pesuruh, sopir isteriku yang punya segalanya. Aku merasa terkadang harga diriku diinjak-injak. Aku mulai MUAK !

Sekarang Retha sudah mulai mengijinkanku menemui anak semata wayang kami setelah 4 tahun aku pisah darinya. Aku sangat bahagia Retha memperbolehkan aku menemui anak kita. Terkadang aku menyesal meninggalkan Retha.. Dia begitu cantik, dan terlihat tegar saat kita kembali bertemu. Aku menyesal kembali pada cinta lamaku…

By : @me_gaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s