Di Atas Penantian

Senja jingga merona

Aku terbakar api asmara yang kau cipta

Menanti di ujung gelisah

Hati mulai gundah

Detik demi detik seketika terhenti

Menatap kilau matamu semacam belati

Seperti kau menelanjangi isi hatiku

Kubiarkan kau menatap mata unguku

Tak kah kau lihat penantianku disitu

Dan cinta untukmu yang menggebu

Cerita seolah berbalik, mencipta kecewa dalam asaku

Dinding dinding asa yang sedang ku bangun rubuh seketika

Sandiwara macam apa lagi ini ?

Sauh telah kulepas untuk berlayar

Semacam sedang ditengah lautan lalu karam

Tak bisa kuteruskan, tapi tak bisa kembali lagi

Kembangkan layarnya lagi sayang…

Aku pasrah akan kau bawa kemana kita berlayar

Jika akan kita teruskan bantu aku tunjukkan jalan

Jika akan kita bawa kembali akupun paham

Tapi, Jika kita kembali..

Melangkah menuju jalan kita masing-masing sendiri

Yang aku benci membangun mimpiku dari awal lagi, Tanpamu !

Note : Tittle of this poet by @dikiumbara


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s