DETAK JANTUNGKU UNTUKMU

“Hello bey, besok aku berangkat ke Singapura” bisik Ardi di ujung telepon sana

“Hah ? ngapain ?? kok nggak cerita dulu sebelumnya Bii ?” Rengekku

“Aku nemenin papa ada urusan disana, besok ikut nganter ke bandara Soekarno Hatta jam 10 ya bey ?” Suaranya lembut membuatku tak dapat protes lagi

“Baiklah bii, istirahat sana. Nite, muwaaahhh”

“See you, I love you bey..”

***

“AKU TETAP SAJA TAK TERIMA !!!” Pekikku saat mendengar kabar yang dibawa Rani

Tangiskupun pecah, merusak suasana keheningan malam. Rani adik Ardi yang sedari tadi di depanku mencoba menenangkanku. Semacam merasa bersalah.

“Sabar ya mbak Karin, Mas Ardi pasti baik-baik saja” Ucap Rani menenangkanku

Ardi pergi ke Singapura ternyata bukan untuk mendampingi Papa, tapi mencari donor untuk jantungnya. Ardi tak pernah mengatakan dia mempunyai penyakit jantung yang harus segera membutuhkan donor. Dan saat ini sedang tak ada donor jantung untuk golongan darah AB seperti golongan darah Ardi dan Aku. Sedangkan penyakit jantungnya semakin parah. Sekarang dia sudah pulang dan tergolek lemah di RSCM, menunggu keajaiban ada jantung yang dapat menjadi donor untuknya.

***

Bak penuh es batu sudah kusiapkan, aku masuk kedalamnya. Kugoreskan pisau yang kubawa dari dapur perlahan memotong nadiku. Segera aku menelpon Rani dan ambulance. Suara sirine ambulance RSCM yang membawaku sayup sayup kudengar, harapanku satu-satunya semoga operasinya berhasil. Tiba-tiba semua sunyi dan gelap seketika.

 

@me_gaa

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s