Aku Pulang Ma..

Sinar mentari yg terbit dari balik langit Manokwari masih melekat dalam ingatanku.. Pantai itu, tempatku merenung mencoba menghapus kerinduan.

“Kapan kamu pulang Hen ?” Mama menelponku dengan nada cemas

“Sebentar ma, Hendra belum bisa libur” Aku menahan tangis mendengar suara mama

“Papa kan habis operasi ginjal, mama jg sedang sakit.. Kalau bisa cepat pulang ya nak” suara mama terdengar hampir menangis

“Iya ma, segera.. Hendra akan pulang segera !! Mama sabar ya.. ” Suaraku berat tertahan

Dua minggu lagi, itu janjiku pada mama untuk segera pulang ke Semarang, tempat kelahiranku.

Beberapa bulan yang lalu aku harus meninggalkan kota Semarang yang menyimpan banyak kenangan., meninggalkan kerabat, sahabat dan kekasihku tentunya. Tapi aku meninggalkan kota itu dengan alasan kuat, naluri kemanusiaanku sebagai guru, cita citaku membagi ilmu dengan mereka di pedalaman. Dan sekarang aku sangat senang berada di kota baru ini, Manokwari Papua Barat. Membagi ilmu bagi mereka yang membutuhkan, meski setiap hari harus memendam rindu yang teramat dalam pada semua yang kutinggalkan. Terkadang terisak setiap malam agar beban rinduku sedikit berkurang.

***

“Aku pulang ma !!!!” Teriakku begitu memasuki halaman rumah

Mama yang sedang menyapu daun-daun mangga yang gugur di halaman sontak melempar sapu lidinya, berlari memelukku.

“Hendra anakku…” Hanya kata itu yang keluar, selebihnya tangisan haru

Kami masuk rumah. Papa tak ada di rumah, ternyata beliau sudah pulih dan mulai masuk kantor lagi. Mama menyiapkan makanan untukku. Lalu setelah makan kami menonton televisi, saat ini televisi di dominasi berita bencana banjir Wasior dan seperti biasa aku tidur di pangkuannya. Berbagi cerita selama aku jauh dari rumah, berbagi keluh kesahku pada mama.

Telepon berdering, aku terbangun dari pangkuan mama. Beliau beranjak untuk mengangkatnya.

“Hallo, benar ini ibu Ahmad Basori ? Ibu dari Hendra Wijaya ?” Suara di seberang telepon.

“I-iya, ada apa ya pak ?” Jawab Mama

“Maaf bu, dengan berat hati kami memberitahukan bahwa putra ibu Hendra Wijaya meninggal tersapu banjir saat bertugas mengajar di Wasior kemarin. Dan jenasahnya baru saja ditemukan”

Seketika gagang telepon terlepas, tangis mama pecah sembari menatapku yang perlahan menghilang.

Aku tersenyum “Janjiku untuk pulang sudah kupenuhi Ma..”

@me_gaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s