RAHASIA AMELIA

Mawarku layu, kelopaknya beguguran di taman mimpiku.

Namaku Amelia, kecantikanku jelas tak perlu diragukan lagi. Menjadi wanita panggilan, tentu bukan profesi yang kuinginkan.  Sebenarnya aku mahasiswi kedokteran semester 5, anak baik-baik, model untuk beberapa majalah. Dan semua berubah saat Ayah dipecat dari pekerjaannya dan sampai saat ini belum mendapat pekerjaan pengganti. Aku harus membantu mencari nafkah. Dan kedua orang tuaku tentu saja tak tahu pekerjaan baruku itu.

~CRING!!

Kubuka Blackberry Messenger-ku

Nadia Putri :

“Mel, Room 208 seperti biasa”

“Mr. Douglas Smith, ekspatriat, seperti pesananmu”

Amelia Chandra :

“Oke Nad, Thank You”

“Jangan lupa pesan keduaku ya”

Nadia Putri :

“Sipp, pastilah.. “

 

***

Aku sudah berada di depan kamar 208 ini, perasaanku selalu saja seperti ini, menginginkan ini segera berakhir.

~TING TONG

“Ya, silakan masuk. Pintunya tidak dikunci” Jawab seseorang didalam kamar itu dengan logat bule-nya yg kental.

“O-oke” Jawabku.

Jantungku berdegup kencang, kupegang gagang pintu yang tak dingin itu namun membuat sekujur tubuhku kaku. Kuputar perlahan, lalu kubuka. Mataku menyapu seisi ruangan, menemukan Doug yang tengah duduk di pojok ruangan. Dia tampan, pria paruh baya seusia Ayahku.

“Hello, I’m Amelia” Aku memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.

“ Saya Douglas, panggil saja Doug. I can speak bahasa, jadi santai aja” Jawabnya ramah.

“Oh, oke. Kita mulai sekarang ?” Tanyaku.

“Tentu saja” Doug berdiri, lalu mulai membuka kemeja putihnya hingga aku bisa melihat dengan jelas perut six pack-nya

“Wait, aku siapkan wine dulu” Pandanganku tertuju pada sebotol wine di sampingku.

“Baiklah” Jawabnya.

Aku menuangkan Red Wine itu, lalu kita bersulang. Mungkin ini semacam merayakan pertemuan kita yang menyenangkan. Kami berciuman, Doug mulai mencumbuiku. Kecupannya sempurna mendarat di leherku, membuat gairahku naik. Kulepaskan bajuku satu per satu, lalu aku mulai melepaskan ikat pinggang di celana Doug, membuka celananya. Doug masih mencumbuku, lalu mendorongku perlahan hingga jatuh di ranjang. Lalu dia pingsan.

 

Selamat pagi Doug sayang,

Maaf aku meninggalkanmu terlebih dahulu, aku sudah menyiapkan secangkir kopi untukmu di meja.

Semoga kamu menikmati permainan kita semalam. Oh, aku lupa kalau kau pingsan ! Ya, obat tidur semalam bekerja dengan baik.

Oh iya sayang, kau tahu ? Aku putri dari Alex Chandra. Lelaki yang kau fitnah hingga dia dipecat dari pekerjaannya. Pintaku hanya satu, sebaiknya kau mengakui kesalahanmu, agar ayahku dapat kembali lagi bekerja disana. Jika tidak kau lakukan, akan kukirim foto-foto kejadian semalam pada istrimu dan bossmu. Aku dan Nadia sudah menyiapkannya untukmu.

Love,

Amelia

 

***

“Ada kabar baik, aku diminta kembali bekerja. Douglas keparat itu dipecat, dia mengakui semua kesalahannya” Pekik Ayah setelah menerima telepon.

Aku, Ibu dan adikku sontak berlari memeluk Ayah.

“Aku sangat menyayangimu Ayah..” Bisikku dalam hati.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s