Sajak_Cinta

Ini adalah kumpulan Sajak Cinta-ku yg di Retweet @sajak_cinta :

  • Langit menghamparkan kesedihan hujan, sementara dalam doaku terus kuhayati kerinduan
  • Aku bergantung padamu, seperti daun pada ranting, seperti hujan dengan musim
  • Kedatanganmu seperti musim gugur, merontokkan daun-daun kenangan
  • Yang aku suka dari cintamu adalah caramu mengusap kesedihanku dengan warna indah pelangi
  • Rasa sakit dan lukaku telah disesap akar pohon kenangan, kubiarkan mati dan tidak mengganggu hidupku lagi
  • Aku meninggalkan jejak mata yang tak pernah terbaca, kuselipkan dalam sebuah puisi rahasia.
  • Rinduku yang lautan, kini menguap menjadi garam kepedihan
  • Tuhan menciptakan senja seindah ini agar kau dapat memahami kepedihan rinduku
  • Kecup lukaku perlahan sayang, ranggaskan seperti dedaun jati kemarau musim ini
  • Hanya senja yang mampu mengungkapkan rinduku dengan sempurna dan rahasia
  • Kesabaran adalah buah yang kupetik dari pohon cintamu
  • Engkau pisau kenangan yang menyayatkan luka dihatiku, yang kuhayati sebagi rindu
  • Jemariku, yang pernah kau sentuh ini, tempat rahasiaku menyimpan doa-doa untukmu
  • Kekasih, aku akan selalu menjadi sajak yang tak pernah kau mengerti, tapi akan selalu menjadi doa yang kau khidmati
  • Mengecup bibirmu, Dimas, terasa harum nikotin dan luka-lukamu, yang tersamarkan
  • Desember mengingatkanku padamu, Dhan, Butuh seribu Januari untuk menghapus kenanganmu
  • Kau dan aku terbenam dalam palung kenangan, Ji, dapatkah tangan kita saling menolong untuk menguatkan?
  • Sementara langit mulai kehilangan cahaya, kelopak mata ini takkan pernah lelah terbuka, hanya untuk menemanimu terjaga
  • Cintamu, adalah rumah ternyaman untuk hatiku berdiam..
  • Malam, aku menimang anak-anak kesepian; akan kuberi sayap agar mereka terbang dengan riang
  • Matamu, kunang yang aku kenang, menemaniku terjaga dari duka selepas senja tenggelam
  • Kita bangun rumah ini, sayang, dari kayu-kayu rindu; kepercayaanmulah yg membuatnya kokoh berdiri
  • kau tak perlu takut pada kenangan, lenganku tak akan pernah membiarkanmu sendirian
  • Aku tersesat dalam sajakmu, mencoba menerjemahkan rindu, lewat airmata dan kesabaranmu
  • Seperti membersihkan tumpahan coklat di meja cafe itu, perlahan kuhapus namamu di hatiku
  • Hanya kamu yg mengerti di mana letak luka-lukaku, di kedalaman airmata yg pernah kau hapus, dulu
  • Kecuplah bibirku, sayang, dan kau akan memahami untuk siapa aku bernafas setiap harinya
  • Tiba-tiba hujan membisu, agar aku dapat mendengar namamu yang membisikkan rindu
  • Ayo main petak umpet! Sekarang, tutup matamu. temukan di mana rindu kusembunyikan
  • Seperti bermain monopoli, aku berharap rindu ini kau yang beli
  • Mari kita kocok dadu! Yang paling banyak rindu, boleh jalan lebih dulu
  • Senyum itu harapan, lebah bagi mawar kesepian
  • Jika sedang menanak nasi, tambahkanlah pandan biar wangi. Jika sedang merindukanku, tambahkan pelukanmu lagi
  • Akan ada yang kekal, selain Tuhan: Dirimu dalam ingatan
  • Engkau sajak sederhana, yang tak mungkin dipahami siapa-siapa, kecuali diriku
  • Yang lebih nyeri dari rindu, barangkali berada di dekatmu, namun tak dapat memelukmu
  • daun yang gugurpun tak pernah sendirian, begitu juga kesedihan, seharusnya dia memiliki teman; berbagi beban

Thanks To Moderator @sajak_cinta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s