Balon Biru

Kesedihanku, karena cinta tak pernah sirna. Aku masih menangis di taman itu saat dia memberikanku sebuah balon biru.

“Nona manis, lepaskanlah balon biru ini agar membawa pergi semua kesedihanmu” ucapnya sambil tersenyum.

Erlang namanya, dia hanya teman biasa. Aku tak tahu kenapa tiba-tiba saja dia datang dalam hidupku. Selalu ada mengisi hari-hariku. Selalu berusaha menghapus air mataku ketika kristal-kristal itu membasahi pipiku. Hari-hari yang kujalani indah bersamanya. Kecupan, sentuhannya, menghapus laraku.

***

Sekarang Erlang jatuh cinta, bukan padaku, pada yang lainnya. Hariku jadi sebiru balon yang pernah dia berikan. Tapi aku yang salah, melupakan pesan yang pernah dia ucapkan:

“Aku boleh minta sesuatu? Jangan pakai perasaan ya?”

Sekarang, aku memilih pergi.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s