Sepenggal percakapan Sang Pangeran denganku


P : Pada rintik hujan, aku belajar memilah kebaikan; mengambil, lalu membawanya, pada cintaku yang bertaubat.

M : Pada rintik hujan itu telah kulunaskan cintaku, menitipkan doa-doa untukmu disela tetesannya

P : Aku tak takut, aku kuat, saat mengatakan cintaku padamu. Sebab, aku telah belajar cara merawat luka, tanpa perih.

M : Sebab itu, sayang, ajarkan aku keberanian merawat lukaku dengan cintamu yang tak menyakiti

P : Cinta yang kutanam, tak pernah tumbuh subur, di hatimu. Setiap saat habis digerogoti cemburumu, sayang.

M : Aku tahu sayang, cemburu itu benalu untuk pohon cinta kita, butuh kau siangi dengan pelukanmu

P : Saban pagi, kubiarkan kelopak mataku membuka paksa; hanya untuk menyaksikan bias senyummu saja.

M : Akan kuberikan senyum terindahku untukmu seorang, hingga hangat mentari pagi cemburu pada kita

P : Benalu yang tumbuh dihatiku sayang, kubiarkan merambat; agar cemburu tak pernah subur

M : Jangan kau ragukan setiaku, sayang, cemburumu akan membuat pohon cinta kita layu

P : Aku benci, tiap kali kau menulis edit; seakan ragu pada tulusnya cinta. Yang telah lama mengikat, hingga berkarat.

M : Jangan ragukan cintaku kekasih, sajak-sajak indah ini hanya untukmu, kutulis dengan tinta rindu

P : Di punggung malam,diam-diam aku menatap takjub, pada pesonamu yang aduhai, saat kau menoleh ke bulan.

M : Jangan kau puja aku sedemikian, sayang, pujianmu menjeratku dalam cinta tak berkesudahan.

♥♥ Demikian penggalan sajakku dengan @aizpangeran ♥♥


2 thoughts on “Sepenggal percakapan Sang Pangeran denganku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s