Pagiku, dan pagimu

Him: Pagi yang indah, dan senyum dibibirku tak pernah kempis untukmu, pagi..

 

Me: Pagi yang cerah, dan rindu yang tak pernah habis untukmu, pagi..

 

Him: Malam beranjak begitu saja, tanpa tahu siapa aku

 

Me: Aku yang lebih tahu siapa kamu, kamu yang selalu berdetak di nadiku, dan setiap pagi aku menunggu senyummu

 

Him: Pagi ini aku lupa, apakah harus memberi senyum atau memberimu kecupan kecil

 

Me: Aku memilih dua-duanya, sayang, karena aku cemburu pada jarak yang menertawakan kita. Rinduku tak pernah berhenti, seperti denyut nadi, hanya bisa berhenti kelak saat aku mati

 

Him: Pilihanmu membuatku tak berdaya. Dan kini, aku berdiri pada dua pilihan itu. Bibirku hanya satu..

 

Me: Terserah mau kau beri senyum atau kecupan, semuanya akan terasa manis, semanis bibirmu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s