Kita, bukan beda

Malam, pagi
Gelap, terang
Bumi, langit
Seperti itulah, beda
Seperti itulah, kita

Lalu aku jatuh,
Kusalahkan hatimu yang licin
Karena banyak rindu tumpah disana

Lalu coba kau bersihkan sendiri,
Masih saja ada yang membekas disana
Susah sekali rindu ini dibereskan

Ah, sini aku bantu bereskan rindumu..
Segera saja peluk aku!

Kenapa kau diam saja?!
Apa kau takut pada ‘beda’?

Bukankah beda, kita saling melengkapi?
Jika tak ada malam, untuk apa ada pagi..
Jika tak ada gelap, untuk apa ada terang..
Jika tak ada bumi, untuk apa ada langit..

Jika tak ada kamu, untuk apa aku hidup?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s