Kisah dibalik lagu Unbreak My Heart

“Unbreak my heart… Say you love me again.. Undo this hurt, you cause when you walk out the door, and walk out of my life.. Uncry this tears, I cried so many night.. Unbreak my heart… Uwooohhh~”

Damn! Playlist di hape tiba-tiba muter lagu itu. Sebenernya bukan tiba-tiba sik, memang sengaja masukin lagu itu di playlist. Lah trus (?)
Iya, saya suka tapi kadang benci lagu itu. Karena lagu itu punya cerita tersendiri. Jeng jeng jeng *tabuh drum* *zoom in zoom out*

Dulu ceritanya pas kelas 3 SMA pernah ikut lomba nyanyi pake lagu ini, dan….menang (ciehhhhh!!!)

Udah, gitu doang sik ceritanya😀 *ditusuk*

Oke, lanjut cerita….
Jadi ceritanya saya punya yang namanya 1st LOVE #uhuk. Sebut saja namanya Aan. Pas kelas 3 SMA saya sekelas sama mas Aan ini *nari hula-hula*

Oke, terus? Jadian gitu?

Iya dong, jadian! Tapi, dia jadian sama….sa….habat saya *tarakdungcesssss!!*

Bayangin dong, gimana rasanya ditikung sahabat sendiri. Biasanya curhat tentang Aan ini sama dia. Dan tahu kalau mereka jadian-pun dari orang lain.

Depresi akut, akhirnya pas istirahat saya nangis dong, kabur ke kelas lain yang jaraknya lumayan jauh dari kelas saya. Alasan kabur karena di kelas yang jauh itu ada sahabat saya yang (mungkin) bisa nenangin saya.
Saya nangis sejadi-jadinya, sampai akhirnya bel masuk bunyi. Akhirnya dianter temen saya ke kamar mandi dulu buat cuci mukak biar bengkak bekas nangisnya berkurang dan saya lupa kalau pelajaran selanjutnya adalah KIMIA!!

Haram hukumnya bagi siswa kelas saya untuk telat masuk di pelajaran KIMIA! Bukan karena gurunya ‘killer’, tapi karena ada hukumannya kalau telat masuk. Dan karena Bu Asri guru KIMIA saya gemar menyanyi, hukuman telat masuk adalah MENYANYI!
Ya, siswa yang terlambat dihukum nyanyi di depan kelas. Wattashame x_x

Dan hari itu saya terlambat masuk kelas, padahal abis shock, dan abis nangis. Karena ide milih lagu nggak ada, yang kepikiran ya nyanyi lagu ‘unbreak my heart’ itu. Menyanyilah saya dengan sepenuh hati dan mata yang sembab. Dan otomatis dia, Aan, juga ada di kelas itu. What an ironic :’)
Kasian bet, bet kasian.

Tapi malah kadang bikin saya tertawa kalau inget kejadian ini. Betapa begoknya saya kalau lagi jatuh cinta.

Ps: disclaimer, tulisan ini saya buat bukan berarti saya masih cinta sama cinta pertama saya :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s