Sepucuk surat, perpisahan

Selamat senja sayang..

Entah kenapa aku sangat yakin kamu akan membacanya saat senja tiba. Dan mungkin saat kamu membacanya, aku sedang dalam sebuah perjalanan.
Aku akan mengabarimu sesampainya disana. Tapi kamu harus sabar, perjalananku sepertinya akan sangat panjang. Mungkin aku hanya akan sesekali mengingatmu jika terjatuh, lalu bangkit lagi. Kamu tak perlu khawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja sesampainya disana. Lalu mengabarimu tentang perihal kecil, tentang aku yang sudah bisa tertidur tanpa kau usap kepalaku, tentang aku yang bisa menikmati pagi tanpa aroma tubuhmu, dan tentang aku yang bisa sedikit demi sedikit melupakanmu.
Tapi jangan kau ejek aku jika sesekali aku mengucapkan kata rindu! Setuju kan?

Aku pergi bukan tanpa alasan, kau pasti lebih paham, sayang..
Ah, pasti sekarang matahari telah sepenuhnya tenggelam berganti malam. Ambil dulu jaketmu sana, aku takut kamu kedinginan!
Baiklah, akan kulanjutkan..
Kau pasti lebih paham, kenapa aku memilih pergi.

Keragu-raguanmu, jarak, waktu, kesempatan dan semua alasan-alasan lain yang sebenarnya masih bisa kita perjuangkan.
Seandainya benar ada cinta, pasti bisa kau dan aku lalui. Tapi memang aku tidak layak kau perjuangkan dan aku sangat paham.
Kau pasti akan baik-baik saja tanpa diriku.

Dia pasti punya seribu satu macam cara untuk membuatmu tersenyum.
Sampai ketemu, dan aku akan selalu berkata “aku akan sangat merindukanmu”

-mega-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s