Senja pertama di bulan ke dua

Senja pertama di bulan kedua
Aku menunggumu di taman sekolah tempat pertama kita berjumpa
Kita masih muda, gejolakpun membara

Senja pertama di bulan kedua
Kau datang memenuhi janjimu dua hari yang lalu
“Aku sangat merindukanmu” bisikmu

Senja pertama di bulan ke dua
Pertama kalinya aku terpaksa harus berjinjit untuk meraih bibirmu
Dan aku tak pernah cukup lelah untuk melepaskan dekapanmu

Senja pertama di bulan kedua
Matahari padam, dadaku berdegup riang
Ciumanmu membuat rinduku melayang

Senja pertama di bulan kedua
Sekarang aku tahu apa yang akan kurindukan pada pertemuan-pertemuan kita selanjutnya
Basah bibirmu, atau mungkin hangat dekapanmu


12 thoughts on “Senja pertama di bulan ke dua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s