Perpisahan yang tertunda

“Sebuah pertemuan, adalah perpisahan yang tertunda”

********

8 Desember 2010, 20.00

Kami bertemu di cafe seperti biasa. Ini pertemuan terakhirku dengan Arman, sahabatku. Sudah satu tahun kita saling mengenal. Malam ini dia memelukku erat-erat, nafasku sesak. Aku mendorongnya menjauh perlahan, agar bajunya tak kebasahan air mataku.

********

Setengah jam yang lalu..

“Aku mencintaimu” bisikku

Lelaki di depanku hanya terdiam.

Tanggannya bergetar, sepucuk surat di tangannya terjatuh.

“Bodoh! Kenapa baru kamu katakan sekarang?” Akhirnya dia bersuara memecah keheningan.

“Maaf..” Hanya itu yang keluar dari mulutku.

“Lusa aku akan menikah..”

“Iya, aku tahu..”

********

9 Desember 2010, 04:00

Ponselku bergetar, di layar ada panggilan masuk.

Intan (+6285773225762)

“Kak Mey, Kak Arman semalam kecelakaan, dan dia meninggal”

Ponselku terlepas dari genggaman.


4 thoughts on “Perpisahan yang tertunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s