Kebencianku pada pagi

Pagi ini kubuka jendela kamarku lebar-lebar.
Ada sesak yang menghantam.
Aku berharap udara pagi dapat membantu, sedikit.

Cicit burung pagi ini semakin berisik.
Membangunkan rindu yang terlelap.
Otak-ku kembali bergejolak, memikirkanmu.

Pagi ini kubuka jendela kamarku lebar-lebar.
Berharap angin pagi menyapaku lembut.
Mengeringkan air yang mengalir di pipiku, tumpah.

Suara sayup televisi pagi ini mengesalkan.
Seolah mereka tahu tentang berita kepergianmu.
Mereka mulai sok tahu, mulai menyalahkanku, sampah!

Pagi ini kubuka jendela kamarku lebar-lebar.
Aku mulai muak dengan rindu, yang membuat hatiku membiru.
Aku mulai muak dengan pagi, yang tak akan pernah bisa membawamu kembali.
Aku ingin pergi jauh sekali.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s