Mantan, pacar

Sudah tiga bulan pacaran sama Ardi, tapi belum aku kenalin sama mama.
Karena aku tahu Ardi bukan calon menantu idaman mama banget.
Tapi, nanti malam mau aku kenalin ke mama.

 

“Beb, aku mau ngomong.”

“Aku juga Bii.”

“Kamu duluan aja berarti.”

“Enggak kamu aja dulu.”

“Umppp, ntar malem ke rumah ya. Mau aku kenalin ke mama.”

“Umppp, kayanya nggak bisa bii.”

“Kenapa?”

“Sepertinya kita nggak bisa lanjut.”

“Maksud kamu, putus?”

“Iya, maaf. Aku mau fokus kuliah dulu.”

 

 

*nangis*

 

 

***

 

 

Lusanya..

 

Ardi jahat, dan bodohnya malam ini aku masih menangisinya.

 

“Kak.. turun gih. Ini mama mau kenalin sama pacar mama.”

“I-iya, sebentar ma.”

 

 

Ku hapus tangisku, lalu turun.

 

“Lho, A-Ar- Ardi?”

 

“Ni-Nina?”


2 thoughts on “Mantan, pacar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s