Probation

Bagi Sarah rasa nyaman adalah akar dari lingkaran setan. Kini sarah duduk menatap kosong kursi di depannya, membiasakan diri keluar dari lingakaran setan bernama nyaman ini. Biasanya ada Mario yang duduk di depannya sambil mengerjakan coding, menemani Sarah yang menyelesaikan revisian dari client, di Café Sabang 16 langganan mereka. Memori bahagia mereka terekam jelas di sudut-sudut café ini. Sarah mulai mengingat peristiwa beberapa bulan lalu.

***

(tiga bulan yang lalu)

Mereka berkenalan di café Sabang 16 ini tiga tahun lalu saat menangani proyek yang sama. Mario adalah web programmer dari client Sarah, dan Sarah saat itu adalah yang bertanggung jawab menangani campaign di social medianya. Mereka bersahabat sampai akhirnya belakangan ini hubungan mereka bukan sekadar sahabatan ataupun rekan kerja, tapi berubah menjadi lebih dari sekedar sahabat.

Sarah bersandar di pundak Mario yang sedang menyelesaikan coding program. Mario sesekali mencium kepala Sarah yang sedang bersandar di pundaknya atau mengacak-acak rambutnya tapi masih tetap fokus pada codingnya.

“Sejak kapan sih ya aku mulai nyaman sama kamu gini?” Sarah membuka percakapan

“Hah? Apa?” Mario masih menatap layar laptop setengah menyimak pertanyaan Sarah

“Gak apa-apa. Hahahaha”

“Aku juga nyaman sama kamu kok” Tatapan Mario masih tidak lepas dari layar monitor laptop

“Gimana kalau kamu masuk masa probation jadi partner aku?” Sarah memperbaiki posisi duduknya, meninggalkan nyamannya bahu Mario

“Hmmmm?” Kali ini Mario melepaskan pandangan dari layar laptopnya dan menatap dalam-dalam mata Sarah

“Probation, tiga bulan, kiita”

“I don’t want to hurt you, you know. I’ve already have Ririn”

“It’s okay. I’m not demanding, kamu kan tahu. Aku cuma ngerasa nyaman banget sama kamu”

“Kamu yakin?”

“Iya. gimana?”

“Oke deal” Mario mencium pipi Sarah

“Jadi, besok apa rencana kita after office hour? Nonton?”

“Apa aja boleh”

“Pulang yuk, kayaknya udah nggak macet banget”

“Lima menit lagi yah, ini udah mau kelar” Mario kembali sibuk dengan codingnya

Sarah melambaikan tangannya ke waiters meminta Bill

***

Empat puluh lima menit berlalu, Sarah masih menatap kursi kosong di depannya sambil mengingat-ingat bagian mana yang membuat dia dan Mario merasa saling nyaman. Mengingat-ingat kembali bagaimana lingkaran setan yang bernama nyaman ini bisa tercipta. Sarah terbiasa dengan kehadiran Mario selama tiga tahun ini. Seingat Sarah, Genggaman tangan Mario membuat Sarah kembali menemukan pegangan. Seingat Sarah, Mario punya pelukan yang membuat Sarah selalu mengingat apa itu pulang. Seingat Sarah, ciuman Mario membuat Sarah lupa diri, lupa jika Sarah bukan satu-satunya buat Mario dan Mario tidak akan mungkin bisa Sarah miliki. Dan sekarang sepertinya Sarah harus terbiasa kehilangan rasa nyaman akan kehadiran Mario.

*Bipp bipp*

Ponsel Sarah tiba-tiba berbunyi

[From : Mario]

Sar, kamu tau lagu Dewa 19 yang liriknya : ku terima suratmu, tlah kubaca.. bla bla bla ga?

[To: Mario]

Kangen

[From : Mario]

Aku juga kangen sama kamu❤

[To: Mario]

……….

Sarah melambaikan tangan ke waiters untuk meminta bill

“Sudah mbak?”

“Iya”

“Sebentar saya ambilkan billnya. Umpp mbak ngomong-ngomong, masnya yang biasanya ke mana? Tumben sendirian”

“Masa probationnya udah abis” Sarah menjawab datar

*lagu Bigbang Let’s not faling in love berkumandang *


One thought on “Probation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s